Senin, 27 Juni 2016

Vaksin palsu beredar, negara mulai kecolongan?

Negara tak boleh lalai mensterilkan rantai distribusi vaksin dari pabrik hingga masyarakat.
Awalnya adalah liputan media tentang kematian bayi setelah divaksinasi. Direktorat Ekonomi Khusus, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, berinisiatif menelisik apa yang terjadi di balik berita tersebut.

Pendalaman selama 3 bulan, membuahkan hasil gemilang. Polisi berhasil membongkar jaringan pemalsu vaksin (21/6/2016). Vaksin yang dipalsukan adalah vaksin dasar, yang wajib diberikan untuk bayi: campak, polio, dan hepatitis B, tetanus, dan BCG (Bacille Calmette-Guerin).

Sebanyak 10 orang ditangkap, dan sudah dijadikan tersangka. Peran para tersangka: 5 orang sebagai produsen, 2 orang kurir, 2 orang penjual atau distributor, dan seorang pencetak label.
Pabrik vaksin terletak di Perumahan Puri Bintaro Hijau, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Di rumah yang tampak tidak steril itu ditemukan berbagai jenis obat-obatan, serta alat untuk membuat vaksin mulai dari botol ampul, bahan-bahan berupa larutan yang dibuat tersangka dan labelnya.

Pelaku membuat vaksin dengan cara yang jauh dari ketentuan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) sesuai standar Badan POM, apalagi standar WHO. Mereka secara manual mengisi ampul dengan cairan buatan sendiri yang menyerupai vaksin aslinya.

Cairan buatan pelaku tersebut berupa antibiotik gentamicin dicampur dengan cairan infus. Lalu ampul tersebut ditempeli merek dan label.

Hebatnya, menurut pengakuan para tersangka, pemalsuan ini sudah berlangsung sejak 2003 dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Polisi baru menemukan keberadaan produk vaksin palsu ini di tiga provinsi, di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Keuntungan yang didapat dari pemalsuan ini cukup tinggi. Untuk produsen mendapat keuntungan Rp25 juta setiap minggu. Sementara penjual Rp20 juta per pekan.

Polisi tengah mengembangkan penyelidikan kasus ini, menyangkut dua hal. Pertama tentang jaringan pelaku, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum di Kementerian Kesehatan. Yang kedua adalah korban, yaitu anak-anak yang mendapat vaksinasi dari vaksin palsu ini. Apa dampaknya, akan diselidiki lebih mendalam.

Untuk sementara, para pelaku akan dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar dan Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM), cukup reaktif menanggapi temuan polisi ini. Lembaga ini mengaku kesulitan memberantas peredaran vaksin palsu. Badan POM menduga vaksin palsu beredar di puskesmas dan klinik di Jabodetabek. Lembaga ini juga memberikan tip, agar masyarakat tidak tertipu vaksin palsu.

Tip ini tentu absurd. Masyarakat, dalam soal vaksin, memang konsumen terakhir. Namun dia bukan pengambil keputusan dalam pembelian vaksin. Vaksin juga bukan obat bebas yang bisa dibeli masyarakat secara umum.

Masyarakat hanya ikut saran medis dari dokter atau pun petugas kesehatan yang hendak memberikan vaksinasi.

Pemalsuan vaksin ini sesungguhnya adalah tamparan keras bagi Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM). Vaksin yang dipalsukan kebanyakan adalah paket vaksin yang dipakai dalam imunisasi wajib.

Padahal, sesuai pasal 6 ayat 2 Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No.43/2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, penyelenggaraan imunisasi wajib, baik pengadaan vaksin, sampai distribusi, menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pasal 13 ayat 1, menyebut Pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota bertanggung jawab dalam penyediaan logistik untuk penyelenggaraan imunisasi wajib.

Ayat 2, Logistik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain meliputi vaksin, Auto Disable Syringe, safety box, emergency kit, dan dokumen pencatatan status imunisasi.

Sedang Pasal 17 menjelaskan, Pemerintah bertanggung jawab tehadap pendistribusian logistik berupa vaksin, Auto Disable Syringe, safety box, dan dokumen pencatatan status imunisasi untuk penyelenggaraan imunisasi wajib.

Artinya, semestinya vaksin dasar bagi bayi sebelum usia 1 tahun tersebut distribusinya tertutup, yaitu pemerintah (pusat dan daerah) bertanggung jawab terhadap pengadaan yaitu membeli dari perusahaan farmasi, lalu pemerintah pula yang mendistribusikannya.

Bahkan untuk vaksin yang digunakan program imunisasi, sesuai KMK No.1015/Menkes/SK/VI/2005 tentang Pedoman Umum Pengadaan Vaksin Program Imunisasi, lebih tertutup lagi. Pendistribusian vaksin dari industri farmasi sampai ke lapangan merupakan suatu skema rantai yang tidak boleh terputus sejak dari produsen sampai ke lapangan.

Bila semua aparat kementerian kesehatan menaati rantai distribusi tertutup sesuai ketentuan, sesungguhnya tak ada peluang masuknya vaksin palsu dalam jaringan layanan kesehatan pemerintah. Mulai dari rumah sakit sampai puskemas.

Badan POM pun lengah dalam pengawasan. Di Indonesia, hanya ada dua perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin: Pertama Biofarma, BUMN pembuat vaksin terbesar di Asia Tenggara. Kedua, Sanofi, perusahaan farmasi swasta. Dua produk dari perusahaan tersebut sangat jelas jalur distribusinya.

Artinya bila sampai ada produk vaksin palsu sampai masuk ke jaringan pelayanan kesehatan yang dimiliki pemerintah, bisa diartikan pemerintah dan Badan POM telah lalai. Lalai melindungi warganya dari bahaya vaksin palsu, pun lalai mengawasi peredaran vaksin agar steril dari tangan jahil. 


sumber : kaskus.co.id

Minggu, 29 Mei 2016

Gaji Pas-pasan? lancarkan dengan Sedekah..(sedekah sama dengan investasi) right?

Duh, bulan ini harus buat bayar uang kuliah, bayar uang semester, uang heregristrasi, sama bayar uang kuliah untuk semester berikutnya.. mungkin bagi para mahasiswa yang menginjak kenaikan semester bakalan dibingungin sama hal tersebut. apa lagi jika kalian para mahasiswa yang mandiri yang mengais rezeki untuk membiayai kuliah kalian. belum lagi menjelang ramadhan, dan idul fitri pasti makin disibukkan kuat ga nih ya gaji bulanan gua buat beli baju baru untuk idul fitri benar?

Banyaknya kebutuhan yang harus kita penuhi dan pendapatan yang serba pas-pasan memang alasan yang logis untuk ragu bersedekah. Kita saja belum kecukupan, kenapa haru memikirkan orang lainn? Tapi ketahuilah, setelah kalian baca beberapa ulasan ini. kalian dijamin deh bakal lebih respect untuk sedekha sama orang lain deh..


1. Dengan gaji yang pas setidaknya kita tahu bagaimana rasanya kekurangan . Tidakkah kita harus memikirkan dan membantu, masih banyak orang yang lebih kekurangan daripada kita?

 

Punya gaji yang  serba ngrpres (pas-pasan) memang serba salah. kita ingin ini kita ingin  itu seringnya tidak kesampaian karena tertutup oleh kebutuhan lainnya. Makan seadanya, jalan-jalan pun harus ditunda sampai nanti ada uang lebih. Dengan gaji ngepres itu, mungkin kita tahu bagaimana rasanya hidup dalam kekurangan. Bukankah tidak enak kalau kita menginginkan sesuatu tapi tidak bisa meraihnya karena tidak ada uang? Sekarang, apakah kita tidak ingin membantu mereka-mereka yang lebih tidak beruntung daripada kita , yang ingin makan tapi tidak bisa karena tidak ada yang dimakan?

2. Sedekah juga gak harus sampai jutaan rupiah. Kalaununggu kaya, kapan kita akan melakukannya?

 

Terkadang kita  beralasan bahwa sedekahnya nanti saja, karena sekarang kita sendiri masih serba kekurangan. Kalau kita sudah berkecukupan dan tidak ada lagi kebutuhan yang menanti dipenuhi, barulah kita bakalan bersedekah sebanyak-banyaknya. Tapi kita lupa, masa depan kita tidak pernah bia kita tebak. Sebagai manusia kita memang harus optimis dan berusaha untuk menjadi orang kaya das sukses. Tapi kalau menunggu saat itu tiba, kapan kira-kirakita akan mulai melakukannya? Bisa setahun lagi, dua tahun, sepuluh tahun, atau bahkan tidak pernah. Kitalupa bahwa sedekah tidak harus berjuta-juta. Tidak harus membangun sekolahan atau memberikan sumbangan sembako ratusan ton. 5.000 , 10.000, 50.000,100.000 bakal bisa bantu sesama. menurut beberapa sumber dari buku Moeslem Entrepreneur karya IPPHO Santosa & Tim khalifah ada baiknya sedekah itu 20% dari penghasilan kita.. sanggup? dicoba dulu deh...

3. Naluri alamiah manusia itu gak  pernah merasa puas puas. Meski nanti penghasilan kita  sudah puluhan juta ampek ratusan juta, bisa saja kita masih merasa kekurangan toh keinginan itu unlimited rght?

 

Kita mungkin juga lupa bahwa naluri kita sebagai manusia adalah tidak pernah puas. Saat ini dengan penghasilan yang kecil kita merasa pas-pasan. Seiring berjalannya waktu, saat gajikita sudah semakin tinggi, belum pasti juga kamu akan merasa berkecukupan. Seiring pendapatan yang meningkat kebutuhan dan keinginan kita juga akan meningkat. Semakin banyak uang yang kita punya, semakin banyak yang kita inginkan. Jadi bila menunggu sampai kita tidak kekurangan lagi dan semua keinginankita terpenuhi baru bersedekah, mungkin kita memang tidak akan pernah melakukannya. toh penghasilan kita itu udah diatur sama ALLAH SWT. berdasarkan kepantasan kita pribadi. jadi ga ada yang salah dengan penghasilan kita saat ini. ada teori menarik mengenai sedekah yang pasti kita bisa terapkan dan amalkan setiap hari. hampir sama kaya teori ekonomi perusahaan. yaitu produksi sebesar besarnya, konsumsi secukupnya dan distribusi seluas-luasnya. artinya, dalam bekerja kita musti berusaha menghasilkan sebanyak banyaknya (dal kutip dengan cara halal ya) lalu konsmsi kita secukupnya , gak perlu berlebihan cukup penuhi kebutuhan yang memang sangat diperlukan . dan distribusi seluas-luasnya , yap sedekah seluas luasnya. niscaya bakalan dilancarkan rezekinya. toh rezeki kan juga titipan dari ALLAH SWT tinggal cara kita mengatur agar lebih berkah. 


5. Jangan merasa sedekah kita tidak berarti apa-apa karena hanya sedikit nilainya. Kamu tak tahu seberapa seberapa besar nilai sedekah kita akan membantu menggerakan roda ekonomi.

 

Apakah selama ini kita enggan bersedekah karena merasa apa yang bisa kita berikan tetap tidak bisa mengubah keadaan? Bisa untuk apa uang seribu , dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu. mungkin hanya bisa buat beli nasi bungkus buat 1 kali makan saja. eits jangan salah ketahuilah bahwa dengan besedakah kita bisa biki roda ekonomi bergerak. coba deh kita renugkan bareng bareng. contoh kita ngasih nih lima ribu buat saudara yang kekrangan, terus mereka bakalan beli nasi buat makan sehari hari, karena nasi di beli maka warung nasi pun mendapatkan penghasilan. warung nasi akan membeli persediaan bahan baku di pasar dan para penjual di pasar pun akan membutuhkan lebih banyak dari petani dan peternak. jika banyak orang melakukan sedekah, niscaya pergerakan ekonomi pun semakin berjalan lancar. dan ingat sedekah gak bakalan bisa bikin kita miskin, toh nanti akan kembali pada diri kita lagi keuntungannya.


6.lima ribu, sepuluh ribu, dua puluh ribu untuk orang yang membutuhkan tidak akan membuatmu jatuh miskin, lima ribu, sepuluh ribu, dua puluh ribu yang kita simpan tidak akan membuat kita lebih kaya juga.

 

terkadang kita hanya puas bersedekah dengan seribu, atau du ribu saja. heloo sekoarang udah tahun 2016 barang barang udah pada naik..ada yang mengatakan sedekah yang penting ikhlas saja.  yah kalau sedekah lebih banayk terus ikhlas juga lebih berkah hehe..terkadang kita skeptis juga "kalau ada orang yang mengemis kita kasih banyak -dan terus terusan, dia bakal jadi kaya tapi malas." tengan saja kawan allah SWT sudah mengatru semua pintu rezeki. dan bersedekah juga tidak melulu untuk orang lain, bersedekah juga untuk diri kita sendiri, untuk investasi, untuk kesehatan, untuk kelancaran reziki, dan untuk mempermudah hajat kita dikabulkan..

jadi yuk bareng -bareng kita mulai dari diri kita untuk mulai bersedekah ..ditingkati dikit  lah yah nominalnya..hehe

akhir : kalau kita ke masjid masak sih kita ngasih uang seribu buat amal yang gambar orang bawa parang, bukannya orang bawa parang ga boleh masuk masjid yang boleh itu orang yang pakai kopyah yang bisa mauk masjid..hehehe tentu sudah pada tahu kan uang nominal bereapa yang ada gambar orang pakai kopyah...



Buku : Moeslem Milliniore(Edisi Otak Kanan) Ippho santosa dan Tim Khalifah

 



 

 

Minggu, 13 Maret 2016

Jangan tertipu dengan penampilan

   Pak Jhon(nama samaran) terkejut melihat print out buku tabungannya di sebuah bank swasta. Saldonya tinggal beberapa juta rupiah saja. padahal beberapa tahun lalu ketika bisnis tanaman yang digelutinya memasuki masa kemasan, tak kurang dari ratusan juta rupiah selalu menjadi saldo rata-rata  tabungannya. Tetapi sebenarnya yang membuat hatinya sangat sedih bukan perkara saldo tabungannya yang makin mengempis. Namun keadaan finansial keluarga putri tunggalnya. Ani, yang selau merepotkannya sehingga membuat Pak Jhon tidak sanggup untuk menolak.
Jangan menilai keseluruhan seseorang dari penampilannya
Bapak Jhon, bukan nama asli, tertegun melihat hasil

   Bayangkan saja, setelah Ani menikah dengan Reza, Pak Jhon merasa memiliki anggota keluarga tambahan karena setelah menikah, Ani dan Reza meminta Pak Jhon untuk membayari sewa rumah di kawasan yang sama dengan rumah Pak Jhon yang tergolong cukup elite. Tentu saja biaya sewa rumah di kawasan tersebut tinggi dan ketika memasuki masa perpanjangan sewa, lagi - lagi Pak Jhon lah yang harus mebayari dengan dalil Reza sedang merintis bisnis aksesoris mobil sehingga uang yang ada digunakan sebagai modal untuk membuka bisnis aksesoris mobil.

   Untuk Operasional rumah tangga sehari-hari, Ani tidak sungkan untuk meminta kepada ayahnya Pak Jhon, mulai dari membeli susu utuk bayi mereka, membeli popok untuk bayi mereka, biaya kunjungan ke dokter, sampai dengan uang rokok untuk Reza. Padahal di awal npernikahan dulu Pak Jhon merasa mendapatkan berkah karena akhirnya anaknya Ani bertemu dengan pasangan hidupnya yang merupakan seorang putra dari pengusaha devolper properti. Dengan penampilan necis dan mobil yang mentereng Reza datang untuk melamar Ani. Demikian juga orang tua Reza, seakan-akan konglomerta kelas kakap yang dari obrolannya bisa diketahui mempunya banyak bisnis yang menjanjikan. Namun, keganjalan demi keganjalan mulai terjadi.

   Awalnya saat persiapan pesta pernikahan Reza dan Ani ngotot untuk merayakan pesta pernikahan secara mewah dan gemerlap didukung juga oleh orang tua Reza. Pak Jhon pun akhirnya menyetujui walaupun sangat keberatan namun demi kebahagiaan dari putri nya Ani dan nama baik calon besan maka diikutinya permintaan tersebut. Namun apa yang terjadi, tiga hari sebelum hari H. Ani menelpon pak Jhon yang memintanya untuk melunasi  biaya pernikahan yang jumlannya ratusan juta rupiah tersebut.

   Sambil menagis tersedu-sedu Ani mengatakan Reza sedang diopname di rumah sakit dikarenakan menabrak pembatas jalan di tol. Biaya pernikahan yang katanya sudah dipersiapkan oleh wahyu digunakan untuk melunasi tagihan rumah sakit. Akhirnya mau tidak mau Pak Jhon pun melunasi tagihan biaya pernikahan yang akan diselenggarakan hanya dalam hitungan hari, sambil berdoa semoga calon menantunya baik baik saja.

   Terjawab doa Pak Jhon menantunya hanya mengalami luka ringan dan bisa melangsungkan pernikahan dengan baik. Namun uang ratusan juta juga habis dalam waktu beberapa jam saja.. dan uang ratusan juta tidak kunjung dikembalikan oleh Reza.

   Sembilan bulan kemudian lahirlah putra mereka SoyJoy. Pada saat opname di rumah sakit. Ani sudah diwanti-wanti untuk mengambil kelas perawatan yang standar saja oleh Pak jhon, namun Reza menengahi dan mengatakan bahwa selisih kelas standar dan kelas eksklusif tidak begitu jauh.. Dalam hati Pak Jhon berpikir Reza pasti sudah menganggarkan biaya kelahiran anaknnya ini, karena selama proses kehamilan sembilan bulan pasti sudah mengetahui akan ada proses kelahiran kan., Jadi Pak Jhon tidak ambil pusing untuk mengikuti keputusan Ani.

   Namun lagi-lagi keanehan terjadi saat hari kepulangan Ani dari rumah sakit, Reza yang ditunggu-tunggu tidak muncul untuk menjemput, alat komunikasinya pun mendadak tidak bisa dihubungi. kedua orang tuanya pun sibuk entah melakukanb apa sehingga tidak menjemput, tinggal Pak Jhon yang kembali kelimpungan  melunasi tagihan biaya kelahiran cucunya. Hal tersebut sontak membuah hati Pak Jhon miris. dan Pak Jhon menyadari ternyata penampilan seseoranag tidak bisa menjadi standar kesuksesan, dan kekayaan seseorang. Walaupun tinggal di perumahan elit, Pak Jhon jarang memperhatikan penampilannya. Ia hidup sederhana yang penting nyaman baginya. Pak Jhon merasa beruntung kali ini lokasi perumahnnya berkembang menjadi lokasi perumahan elite, sehingga harga rumahnya naik berkali-kali lipat dari harga awal ketika ia pertama kali membeli rumah tersebut.

  Pak Jhon adalah orang yang disiplin dalam hal keuangan. ia selalu membuat anggaran dan menjalankannya dan selalu menyisihkan pendapatannya untuk bekal di saat ia tua nanti. maklum ia hanya tinggal berdua dengan putrinya saja. istrinya meningga saat putrinya Ani masih berusia 5 tahun. hal tersebutlah yang membuat pak Jhon sangat memanjakan putrinya, karea ia sedih melihat Ani tumbuh tanpa kasih sayang dari seorang ibu. Namun sekarang selah hal indah yang ia rencanakan di hari tua musnah sudah. Tabungannya hampir ludes untuk biaya rumah tangga Ani dan Reza. Pada akhirnya Pak Jhon berencana untuk menjual rumahnya dan kembali ke kampung halam untuk membuka lembaran baru tanpa rengekan Ani putrinya yang terus terusan meminta uang kepadanya.



(sumber: Make your own plan Perencanaan keuangan ga pake Ribet)
(sudah di edit biar tidak sama persis dengan sumber aslinya

Senin, 29 Juni 2015

Tamu istimewa

Malam hari ini sebenarnya jadwalku untuk mengikuti ujian susualn UAS Perpajakan ,karena waktu itu aku tidak mengiuti ujian karena kelelahan. Tapi saat ini di hari yang penting ini tubuhku merasa kelelahan karena rutinitas kegiatan..aku pun memutuskan untuk beristirhaa.

malam itu sekitar puku 18.30 teman satu kampusku zhang berkunjung ke rumah dan menyampaikan kabar gembira bahwa ujian susulan tidak dilaksanaakan karena mr. dosen sedang menguji sidang mahasiswa semster 8.

jadi pumpung zhang ada dirumahku aku pun belajar bareng bersamannya..kegiatan yang sudah lama tidak kulakukan karena kepadatan jadwalku sebagai presdir BEM ..untuk kali ini kita membangun berbagai strategi untuk lebih siap dalam menghadapi perkuliahan semester 5..belum lama kami mencoba membangun strategi..ada tamu lain yang mengunjungi rumahku.

dalam benakku aku bertanya -tanya siapa rang yang mengunjungi rumahku..karena rumahku jarang sekali aku diami..kalaupun aku diami biasanya sebentar lalu kututup pintu..seolah tidak mengizinkan tamu untuk masuk.

namun bukan karena hal tersebut..aku selalu berangkat pagi untuk bekerja lalu sorenya langsung kuliah dan pulang kuliah aku mengurus organisasi jadi biasanya nyampai rumah jam 23.00-00.00 jadi ga ada kesempatan untuk sosialisasi bareng tetangga.

kalaupun hari minggu aku tidak berlibur karena aku memfokuskan pada pengembangan sumber daya yang kupunya seperti menggambar,menulis belajar bahasa..dan aktivitas positif lainnya.

kembali ke cerita...tamu yang mengunjungiku saat itu adalah seorang sales parfum yang biasanyua dipakai pada baju koko..sebenaranya aku sedang tidak membutuhkan parfun dan juga aku sibuk untuk belajar bareng..parfumku juga masih banyak..bat setelah mengamati dan medengar suara hati beliau aku menyadari bahwa sebagai umat islam yang baik.aku musti menerimanya sebagai raja di rumahku apapun alasannya..kami mengobrol seputar kehidupan masing masing yang puncaknya beliah menawarkan produknya..karena aku mendengar bahwa beliau sudah berkeluarga..mungkin pekerjaan yang ia lakukan merupana pekerjaan yang akan membantu perekonomian keluarganya..keluarga mereka pasti menunggu kedatangan beliau dengan hasil...

setelah kupertimbangkan aku mencoba mengecek dompetku..sebenaaarnya aku lagi masa mirit sih..karena banyaknya tagihan dan kebutuhan bulan ini..but aku merasa beliau lebih membutuhkan aku juga masih muda insya allah kalau mencari uang masih dimudahkan..apalagi produk parfum beliau memang asli dan bagus..semoga parfum tersebut bisa menambah kualitas ibadahku..dan semoga beliau dimudahkan rezekinya dan dijadikan keluarga yang di rahmati allah SWT.

Rabu, 17 Juni 2015

LKMM-TD KOPERTIS VII(JAWA TIMUR)


Masih teringat dengan jelas gambaran suasana LKMM TD yang diadakan Kopertis VII(koordinanator perguruan tinggi swasta wilayah 7) yang dilaksanakan di kantor kopertis 7 jl Dr.Ir H Soekarno Surabaya..
Acara yang dilaksanakan selama 3 hari 2 malam ini diikuti sekitar 50 peserta perwakilan dari PTS(Perguruan Tinggi Swasta) se- jawa timur..acara ini rata rata diikuti oleh para aktivis mahasiswa baik mahasiswa yang berkecimpung di BEM(badan eksekutif mahasiswa) maupun berbagai aktivis UKM(Unit Kegiatan Mahasiswa)..
Dari STIE Yadika sendiri diwakili oleh cholirun nafik mahasiswa manajemen semester 4 yang saat ini menjabat ketua BEM periode 2014-2015..bagi nya event LKMM sudah tidak asing baginya..terhitung sudah 3 kali ia mengikutinya namun untuk yang skala provinsi ia mengaku masih baru pertama kali mengikuti pagelatan tersebut.
Acara yang berlangsung selama 3 hari 2 malam tersebut merupakan pelatihan secara sistematika mengenai organisasi. Acara yang berlangsung mulai hari Rabu pukul 11.00 sampai 21.00 berisikan pemahaman structural organisasi..mulai dari tangggung jawab dan potensi mahasiswa,mengenal sitem analisi kondisi lingkungan atau anakoling, berbagai tes / ujian kognitif. Acara tersebut sangat menarik karena setting tempat /lokasi yang didesain melingkar seperti rapat para anggota dewan. Selain itu para pemateri diisi oleh orang yang ahli dibidangnya yang rata-rata adalah para aktivis dan akademisi.
Selain itu para peserta yang sangat aktif membuat komunikasi dalam suasana diskusi dapat terjalin. Dalam pernyataannya Nafik sangat merasa senang seperti yang ia ungkapkan di sela sela penulis temui
“Acara tersebut sangat luar biasa sepanjang karier pendidikan saya selama 14 tahun baru kali ini saya merasakan competisi yang menantang..seluruh peserta tersebut sangat antusias,aktif,memiliki sejuta ide gila,kreatif,multi talent dan juga memiliki public speaking yang sangat bagus,sehiingga saya merasa sangat hidup.inilah yang saya cari selama ini sebuah ruangan/kelas dimana terdapat puluhan anak muda history maker(para pembuat sejarah).
Pukul 21.00 tepat acara usai dan akan dilanjutkan hari berikutnya untuk itu para peserta diberi layanan untuk bermalam di salah satu hotel STIESIA Surabaya.Di tempat tersebut para peserta dapat lebih akrab dan menjalin kekompakan untuk hari berkikutnya.
Di hari ke 2 hari kamis 11 juni 2015 merupakan hari yang panjang bagi peserta check out dari hotel pukul 08.00 para peserta memulai pelatihan dari pukul 09.00. sampai  pukul 21.00 para peserta benar benar diperas intelektualnya..peserta disuguhi materi lalu langsung praktik,tes materi lagi memecahkan berbagai kasus dan berbagai presentasi terbuka..dalam hal ini peserta dibagi menjadi beberapak kelompok untuk memudahakan dalam pemecahan kasus.
Materi yang diajukan meliputi kesekretariatan,teknik komunikasi,prosedur pembuatan proposal.dan berbagai ujian kognitif maupun SQ.

Dalam pengakuannya nafik mengaku sangat bangga sekali bisa mewakili STIE Yadika setidaknya “saya sudah sedikit membawa nama baik kampus di kancah provinsi” tuturnya. “terbukti dari hasil tes SQ saya mendapat nilai paling bagus dan waktu pengerjaan yang paling cepat, selain itu saya dipercaya menjadi ketua grup dan diberi kesempatan untuk melakukan presentasi dihadapan para peserta dan para pembimbing yang rata rata seorang Profesor..sungguh luar biasa..ini pengalaman luar biasa..dari sini saya akhirnya menyadari bahwa dunia sangat luas..dan masih banyak hal luar biasa yang belums saya ketahui saya hanya bisa berusaha semaksimal mungkin memanajemen segala potensi yang tuhan titipkan untuk saya demi kemanfaatan pribadi dan orang lain.” tuturnya.








Rabu, 20 Mei 2015

Jeprat-Jepret 2Mp saja

Serunya Marn Bola di Alun-alun Kota Bangil
Holiday waktu yang cocok buat aku untuk refreshing dari bebagai kesibukan setiap harinya..salah satunya yaitu mengambil gambar atau jeprat sepret lewat ponsel..mengambil momen yang pas untuk dijadikan gambar..berikut beberapa hasil jepretan dari kamera ponsel ku
Mama Aku dimana?


Tempat Sampah

Wit

Kamu Siapa?

ladies SEr SER

Siapa Dia ?

Selasa, 19 Mei 2015

Dilemma Kehidupan Kampus

disaat akuu penat kusempatkan meandangnya entah
kenapa disitu semua kepenatanku hilang dan saat aku
ingin mengobrol entah kenapa hamba ini yang suka debat
dan bepidato terasa diam membisa tak bisa berkata apa2
dihadapannya. Tuhan seperti menjaganya dan menjagaku
untuk menahan diri dan menunggu waktu yang pas buatku untuk
berkomunikasi dengannya
Sebagai Mahasiswa kali ini aku mengalami berbagai problematika yang kompleks dibandingkan dengan kondisi saat masa SMK. Kalau bisa dijelaskan kondisiku saat ini adalah aku tinggal sendirian di sebuah rumah sederhana di daerah gempeng Bangil. Aku musti mengurusi kebutuhan hidupku sendiri tidak seperti anak kost kebanyakan yang makannya mungkin bisa beli di warung..namun karena financial ku yang pas pasan memilih memasak sendiri lebih hemat bagiku..Kalau diitung hittung jika harga beras 1 kg Rp. 8000 aku bisa menghabiskannya untuk 3 hari dalam arti 9 kali makan. Namun jika aku membeli nasi bungkus dengan kisaran harga Rp. 5000 sekali makan maka saya musti ngerogoh kocok sebesar Rp.45.000 hanya untuk makan saja shit deh..
namun aku bersyukur aku saaat ini sudah kerja part time lagi, memang bukan pekerjaan yang besar dan berpenghasilan besar namun itu cukup bagi ku untuk membantu membayar spp kuliah dan kebutuhan sehari-hari sisanya dibuat bisnis. Apalagi aku sengaja memilih pekerjaan yang dekat dan tidak terlalu menyita waktu karena aku musti memfokuskan pada kuliah dulu..kuliah sudah jadi prioritas pertama.
Saat ini aku menjabat sebagai Presiden BEM di kampus. Itu bukan tanggung jawab yang mudah terlebih untuk kampus yang baru berkembang..yang masih banyak kelemahan disana sisni.dari sistem pembelajaran, tenaga pengajar hingga kualitas mahasiswa yang menyebabkan iklim kampus yang begitu pasif.. Ini sungguh tantangan berat bagi aku pribadi.walaupun sekarang aku udah ga berjuang sendirian lagi karena sudah ada temen-temen BEM yang membantu...Namun aku masih merasakan hal yang sama pada temen-temen BEM ..mereka masih belum berani untuk mengeksplorasi seluruh sumber dayanya untuk pengabdian pada kampus..masih cenderung aktif kalau ada kegiatan..kalau udah selesai pasif lagi..tapi aku menyadari sebagai pemimpin aku sudah membaca karateristik merka 1 persatu mungkin mereka masih pencarian jati diri.dan punya kesibukan sendiri..tapi itu bukanlah alasan untuk BEM karena saat bergabung dalam BEM semua sudah pasti siap dengan segala konsekuensi pengorbanan waktu,tenga,pikiran...dan faktor x lainnya
 Dalam rangka menumbuhkembangkan keaktifan mahasiswa tidak jarang aku selalu blusukan kekelas2 semester dan jurusan lain hanya untuk mengamati karateristik mereka dan membuat kebijakan yang sesuai dengan mereka.
terkdang aku juga kualahan mengatur waktu antara kegiayatan rumah tangga, pekerjaan bisnis,kuliah organisasi disaat smua kejenuhan muncul dan timbul aku berrsyukur tuhan mengirimkan malaikat nya padaka sesosok keindahan dengan cahaya putih yang menyinari hatiku.Seorang makhluk tuhan yang maha rupawan.WANITA. Setiap aku jenuh dan penat dalam segala kesibukan aku sempatkan untuk memandangnya entah gimana prosesnya segala kepentan ku terasa lenyap dan menjadi sebuah senyum semangat saat aku melihatnya.dia sungguh mempesona sampai sampai aku tak bisa berucap sepatah katapun saat didekatnya.ingin ku mendekat namun terasa berat..aku hanya berharap tuhan bisa memberikan waktu yang tepat untuk ku dan dia bersama. Jika dengan memandangnya saja sudah bisa membuatku senyum semangat apalagi kalau dia memberikan suport dan dukungannya bisa bisa aku akan merubah dunia.