Minggu, 03 Juli 2016

tes

halo ini cuman test

Jumat, 01 Juli 2016

Yuk I'tikaf..

selamat pagi para mahasiswa dan masyarakat umum lainnya hari ini kalau tidak salah adalah hari ke 28 dalam menjalani puasa bulan ramadhan pada kesempatan kali ini admin pengen ngeshare salah satu kegiatan yang tidak boleh dilewatkan oleh kalian semua di malam sepuluh hari terakir bulan ramadhan.

kan sayang banget kalo malam malam tersebut kita lewati dengan aktivitas yang kurang bermanfaat...apalagisekarang lagi musimnya nobar nonton euro.. santai aja kawan kalau nonton bola kan ada ulangannya..kalau malam lailatul qodar tentu tidak..karena siapa yang menjamin kalau ramadhan di tahun berikutnya kita masih diberi kesehatan sama allah SWT.

eits bukan bermaksud untuk menakut nakiti.. hanya berusaha saling erbagi..semoga tautan kali ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua

Sepuluh  malam terakhir bulan Ramadhan adalah hari yang sangat istimewa.
Hari yang pertama terjadi pada malam menjelang hari ke 21 Ramadhan. Dengan kata lain, malam itu dimulai setelah selesainya 20 hari puasa.

Terkadang hanya ada sembilan malam, setiap kali bulan Ramadan hanya berlangsung selama 29 hari. Namun demikian, secara tradisional kita menyebutnya sebagai “sepuluh malam terakhir”.
Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sangat istimewa. Ini adalah malam yang Nabi Muhammad (SAW) menghabiskan dalam ibadah. Di antaranya adalah malam Lailatul-Qadr, malam yang lebih mulia daripada seribu bulan.

Nabi Muhammad (SAW) menggunakan masing-masing hari untuk memperkuat ibadah beliau. Dia mengerahkan segala yang ada dalam dirinya untuk ibadah selama sepuluh malam itu melebihi malam-malam yang lain.

Aisyah memberitahu kita: “Selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi (SAW) akan memperketat ikat pinggang dan menghabiskan malam dalam ibadah. Dia juga membangunkan keluarganya..” (Al Bukhari)

.
Timbul pertanyaan mengapa demikian? Mengapa Nabi SAW mendorong umatnya untuk melipatgandakan ibadah dalam waktu tersebut? Jawabnya singkat, karena pada malam-malam bulan Ramadhan tersebut, terutama pada malam-malam yang ganjil terdapat malam Lailatul qadar, malam kemuliaan yang sangat istimewa yang semua orang berlomba memburunya, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagai bonus hadiah Tuhan bagi orang yang ikhlas mengabdi kepada-Nya.

Lailatul qadar ibarat benda elok yang sangat indah namun langka, tak heran jika tak mudah meraihnya, karena mahal harga belinya. Malam kemuliaan tersebut hanya dapat dibeli dengan pengorbanan jiwa raga, dengan amalan-amalan ibadah yang telah dituntun oleh Agama sepertimelakukan qiyamullail, berpuasa sesuai tuntunan, tilawah dan tadarus Al-Quran dengan tadabbur, berdoa, zikir, memperbanyak istighfar, muhasabah diri, perbanyak sedekah serta amalan ma’ruf lainnya untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat pada umumnya.

Lailatul qadar dirahasiakan, jelas sesuatu yang mahal dan langka tentu dirahasiakan dan tidak diobral, agar umat semangat berlomba memburunya, dan agar ibadat tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, namun pengabdian haruslah langgeng terus dilakukan semasih hayat masih kandung badan.
 
masyarakat pada umumnya biasanya berbondong bondong memanfaatkan malam tersebut dengan beri`tikaf di masji ataupun musholla musholla. mulai dari sholat malam, dzikir, maupun tadarus al quran.  



I’tikaf

Hakikatnya, I’tikaf adalah memisahkan diri untuk sementara waktu dari hiru biru kemelut kehidupan beragam di tengah masyarakat dan membenamkan diri dalam kehidupan beragama yang focus, dan dilakukan dengan berdiam diri di Masjid. Intinya adalah konsentrasi meningkatkan ketaqwaan.
Makna I’tikaf secara syariat adalah :
mendiami Masjid dan menetap di dalamnya dengan niat bertaqorrub kepada Alloh Ta’ala.

Disyariatkannya I’tikaf :
Para ulama bersepakat akan pensyariatannya. ”Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dulu pernah beri’tikaf pada sepuluh akhir bulan Ramadhan sampai Alloh Azza wa Jalla mewafatkan beliau. Kemudian isteri-isteri beliau beri’tikaf setelah wafatnya beliau.”

Fadhilah ( keutamaan ) I’tikaf :
Abu Daud pernah bertanya kepada Imam Ahmad: Tahukan anda hadits yang menunjukkan keutamaan I’tikaf? Ahmad menjawab : tidak kecuali hadits lemah. Namun demikian tidaklah mengurangi nilai ibadah I’tikaf itu sendiri sebagai taqorrub kepada Allah SWT. Dan cukuplah keuatamaanya bahwa Rasulullah SAW, para shahabat, para istri Rasulullah SAW dan para ulama’ salafus sholeh senantiasa melakukan ibadah ini.

Macam-macam i’tikaf :

a. I’tikaf yang wajib : yaitu apabila seseorang mewajibkan atas dirinya untuk melakukannya dengan sebab nadzar.
b. I’tikaf yang sunnah : yaitu apabila seorang muslim melaksanakannya dengan maksud mendekatkan diri kepada Alloh dan meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Ditekankan pelaksanannya pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.

Waktu i’tikaf :
”Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam apabila bermaksud untuk melaksanakan i’tikaf, beliau sholat fajar lalu memasuki tempat i’tikaf beliau.” (muttafaq ’alaihi) [Yaitu pada pagi hari kesepuluh bulan Ramadhan]. ”Nabi pernah beri’tikaf pada sepuluh hari dibulan Syawwal.” (muttafaq ’alayhi).

Syarat mu’takif (orang yang beri’tikaf) :
Dia haruslah seorang yang mumayyiz (berakal sehat dan baligh) dan suci dari janabat, haidh dan nifas.

Rukun I’tikaf :

Menetap di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Alloh Ta’ala. Disini ada dua pendapat ulama tentang masjid tempat i’tikaf . Sebagian ulama membolehkan i’tikaf disetiap masjid yang dipakai shalat berjama’ah lima waktu. Hal itu dalam rangka menghindari seringnya keluar masjid dan untuk menjaga pelaksanaan shalat jama’ah setiap waktu. Ulama lain mensyaratkan agar i’tikaf itu dilaksanakan di masjid yang dipakai buat shalat jum’at, sehingga orang yang i’tikaf tidak perlu meninggalkan tempat i’tikafnya menuju masjid lain untuk shalat jum’at. Pendapat ini dikuatkan oleh para ulama Syafi’iyah bahwa yang afdhol yaitu i’tikaf di masjid jami’, karena Rasulullah SAW i’tikaf di masjid jami’. Lebih afdhol di tiga masjid; masjid al-Haram, masjij Nabawi, dan masjid Aqsho.

Awal dan akhir I’tikaf :

Khusus i’tikaf Ramadhan waktunya dimulai sebelum terbenam matahari malam ke 21. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ” Barangsiapa yang ingin i’tikaf dengan ku, hendaklah ia beri’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan (HR. Bukhori). 10 (sepuluh) disini adalah jumlah malam, sedangkan malam pertama dari sepuluh itu adalah malam ke 21 atau 20. Adapun waktu keluarnya atau berakhirnya, kalau i’tikaf dilakukan 10 malam terakhir, yaitu setelah terbenam matahari, hari terakhir bulan Ramadhan. Akan tetapi beberapa kalangan ulama mengatakan yang lebih mustahab (disenangi) adalah menuggu sampai shalat ied.
Yang dibolehkan bagi orang yang beri’tikaf :
a. Keluar dari tempat i’tikaf-nya untuk mengantarkan keluarganya, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap istrinya Shofiyah ra. (HR. Riwayat Bukhori Muslim)
b. Menyisir rambut, mencukur rambut, menggunting kuku, membersihkan badan (mandi), berparfum dan menggunakan pakaian yang bagus.
c. Keluar dari masjid untuk menunaikan hajat yang mendesak, seperti buang air besar dan kecil, makan dan minum apabila tidak ada yang mengantarkan makanannya.
d. Bagi seorang yang beri’tikaf, ia haruslah makan, minum dan tidur di Masjid dengan tetap harus menjaga kebersihannya.

Etika di dalam I’tikaf :

Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha beliau berkata : ”Tuntunan di dalam i’tikaf yaitu tidak keluar kecuali untuk menunaikan hajat yang mendesak, tidak mengunjungi orang sakit, tidak menyentuh dan berkumpul (jima’) dengan isterinya, dan tidak ada i’tikaf kecuali di Masjid Jama’ah. Juga merupakan tuntunan adalah bagi orang yang beri’tikaf tetap harus berpuasa.” (Shahih, HR al-Baihaqi).

Yang membatalkan i’tikaf :

– Jima’ (bersetubuh dengan istri) (QS. 2: 187). Akan tetapi memegang tanpa syahwat, tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan istri-istrinya
– Keluar dari masjid tanpa ada keperluan secara sengaja.
– Hilangnya ingatan karena gila atau mabuk
– Mengalami haidh dan nifas
– Pergi shalat jum’at ( bagi mereka yang membolehkan i’tikaf di mushalla yang tidak dipakai shalat jum’at)

Yang disunnahkah bagi mu’takif :

Memperbanyak ibadah-ibadah nafilah seperti sholat, membaca Al-Qur`an, berdzikir dan membaca buku-buku agama. Termasuk juga didalamnya pengajian, ceramah, ta’lim, diskusi ilmiah, tela’ah buku tafsir, hadits, siroh dan sebagainya. Namun demikian yang menjadi prioritas utama adalah ibadah-ibadah mahdhah. Bahkan sebagian ulama meninggalkan segala aktifitas ilmiah lainnya dan berkonsentrasi penuh pada ibadah-ibadah mahdhah.
Yang dibenci bagi mu’takif :
Menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan maupun perbuatan, dan menahan diri dari berbicara dengan anggapan hal ini sebagai pendekatan diri kepada Alloh. [Lihat Fiqhus Sunnah].

I’tikaf bagi Muslimah :

I’tkaf disunnahkan bagi wanita sebagaimana disunnahkan bagi pria. Selain syarat-syarat yang disebutkan tadi, i’tikaf bagi kaum wanita harus memenuhi syarat-syarat antara lain Mendapat izin (ridlo) suami atau orang tua. Hal itu disebabkan karena ketinggian hak suami bagi istri yang wajib ditaati, dan juga dalam rangka menghindari fitnah yang mungkin terjadi.

Tempat i’tikaf wanita agar memenuhi kriteria syari’at : Kita telah mengetahui bahwa salah satu rukun atau syarat i’tikaf adalah masjid. Untuk kaum wanita, ulama sedikit berbeda pendapat tentang masjid yang dapat dipakai wanita beri’tikaf. Tetapi yang lebih afdhol  “wallahu ‘alam” ialah tempat shalat di rumahnya. Oleh karena bagi wanita tempat shalat dirumahnya lebih afdhol dari masjid wilayahnya. Dan masjid di wilayahnya lebih afdhol dari masjid raya. Selain itu lebih seiring dengan tujuan umum syari’at Islamiyah, untuk menghindarkan wanita semaksimal mungkin dari tempat keramaian kaum pria, seperti tempat ibadah di masjid. Itulah sebabnya wanita tidak diwajibkan shalat jum’at dan shalat jama’ah di masjid. Dan seandainya ke masjid ia harus berada di belakang. Kalau demikian, maka i’tikaf yang justru membutuhkan waktu lama di masjid , seperti tidur, makan, minum, dan sebagainya lebih dipertimbangkan. Ini tidak berarti i’tikaf bagi wanita tidak diperboleh di masjid. Wanita bisa saja i’tikaf di masjid dan bahkan lebih afdhol apabila masjid tersebut menempel dengan rumahnya, jama’ahnya hanya wanita, terdapat tempat buang air dan kamar mandi khusus dan sebagainya.

Pada bulan Ramadhan yang penuh berkah mari kita kunjungi Masjid untuk beri’tikaf. Meluangkan sedikit waktu dalam hidup kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Khaliq. Memuji kebesaran-Nya dan merenungi ke mahakuasaan-Nya. Memohon ampunan atas segala aktivitas kita yang telah banyak melalaikan sebagian seruan-seruan-Nya. Berdo’a agar umat Islam di manapun berada diberi kesabaran, ketabahan, serta kekuatan dalam memecahkan segala permasalahan hidupnya yang sangat kompleks.

I’tikaf pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja dan dalam waktu berapa lama yang disediakan. Imam Syafi’i menyebutkan bahwa i’tikaf sudah tercapai dengan cara berdiam di Masjid beberapa saat dengan niat yang suci dan tulus ikhlas karena Allah SWT.

Di dalam peri hidup Rasulullah SAW. diceritakan bahwa baginda Rasulullah SAW selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh hari dan malam terakhir bulan Ramadhan. Ketika itu baginda Rasulullah SAW memperbanyak membaca Alquran, serta berdo’a kepada Allah SWT.

Anjuran i’tikaf di malam-malam akhir Ramadhan ini berkaitan erat dengan datangnya Lailatul Qadar yaitu malam kemuliaan, karena beribadah pada malam itu dinilai lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda: “Carilah (malam qadar) itu pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan” (HR. Ahmad dan Bukhari)

Malam Qadar itu wajar saja di tunggu-tunggu oleh setiap muslim yang mendambakan kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup di dunia dan akhirat. Namun perlu diingat bahwa Lailatul qadar hanya akan datang mengunjungi seseorang pada tingkat kesucian akhlak dan spritualitas yang terjaga baik.

Hikmah dibalik dianjurkannya ummat Islam ber-i’tikaf di bulan Ramadhan. Luar biasa ! I’tikaf adalah saat dimana ummat Islam benar-benar merasakan nilai persaudaraan. Melihat saudara-saudaranya datang dari segala penjuru (biasanya terjadi di Masjid-masjid Besar), dengan berbagai macam karakteristiknya. Perbedaan khilafiyah tidak menjadikan alasan mereka untuk tidak bersatu. Semua merasakan larut dalam nuansa taqarrub kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tentu keutamaan yang paling utama adalah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menurunkan malam Laylatul Qadr pada salah satu di antara sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana firman-Nya :
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44]: 3-4)

Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97]: 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)

Di lihat dari waktu datangnya lailatul qadar itu bukan di awal, melainkan di akhir Ramadhan. Didapat pelajaran besar bagi umat Islam bahwa menjelang berakhirnya puasa Ramadhan, tentu umat akan mencapai tingkat kematangan dan kesempurnaan jiwa, melalui ibadah puasa yang telah dilakukan. Umat muslim memiliki kesiapan mental untuk menerima kehadiran malam kemuliaan yang agung itu.

Dari sisi tempat penyambutannya adalah di Masjid dengan melakukan i’tikaf sebagai kegiatan ibadah menyambut datangnya lailatul qadar itu. Masjid adalah tempat suci yang diungkap dengan sebutan Bait Allah (rumah Allah) sebagai tempat dilakukan berbagai kebajikan. Masjid adalah tempat melepaskan diri dari berbagai hiruk-pikuk kehidupan dunia yang menyesakkan, dan meraih pencerahan iman dan rohani umat muslimin.
Sesungguhnya ibadah puasa dengan i’tikaf yang intensif pada sepuluh hari terakhir Ramadhan akan dapat mengantar umat Islam meraih lailatul qadar itu. Makna terkandung dalam lailatul qadar adalah perubahan hidup dari kegelapan menuju kehidupan yang terang-benderang di bawah petunjuk hidayah Allah SWT.

Melaksanakan i’tikaf adalah suatu ibadah sangat terpuji. Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang beri’tikaf sehari demi mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala semata, maka Allah benkenan membuat antara dia dan api (neraka) tiga buah parit, tiap parit lebih jauh dari masyriq dan maghrib” (HR. Thabrani).

Melihat kesungguhan Rasulullah Shalallahu  ‘Alayhi Wa Sallam, jelas sangat kontradiktif dengan kondisi ummat muslim saat ini. Menjelang hari Raya ‘Idul Fitri, sungguh keramaian malah terjadi di Departement Store, pusat-pusat perbelanjaan. Para ibu sibuk memikirkan ‘suguhan‘ di hari Raya. Padahal dari kedua buah hadits testimoni ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha di atas, sangat jelas: Rasulullah Shalallahu  ‘Alayhi Wa Sallam semakin sibuk dengan aktifitas ibadahnya. Tilawatil (membaca) Qur’an, Shalat, Dzikr, Sedekah, Taqarrub dan bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Larut dalam nuansa ketenangan dan kesungguhan.

Merugilah kita yang luput dari peningkatan ibadah pada hari-hari sepuluh terakhir ini. Kebahagiaan mukmin sebenarnya bukan hanya karena akan mendapatkan bonus pahala lailatul qadar dan sejenisnya, namun kebahagiaan mukmin adalah saat dirinya mengabdi, mohon ampun, berserah dan tunduk kepada pencipta-Nya, karena itulah nikmat besar yang tiada taranya!

Sumber : muslimdaily.net

Kamis, 30 Juni 2016

Keserakahan, awal mula sejarah munculnya politik etis


Kerja rodi adalah salah satu kebijakan yang dibuat oleh Belanda saat masih menduduki Indonesia. Selain kerja rodi, ternyata masih ada lagi kebijakan yang dilakukan oleh Belanda loh. Salah satu contoh dari kebijakan itu adalah politik etis. Pada saat itu, muncul kebijakan yang menuntut bahwa Belanda harus bisa menaklukkan semua wilayah Indonesia.

Yakin masih mengandalkan Nilai IPK jadi senjata buat berkarir di jenjang kerja?

Selamat pagi semoga baik-baik saja ya.

Ga kerasa nih puasa ramadhan udah hampir meninggalkan kita semoga di bulan suci Ramadhan ini amal dan perbuatan baik kita senantiasa diberi pahala oleh Tuhan YME....Amiiinnnn!!!!

Pada kesempatan kali ini saya sempatin buat bikin artikel singkat untuk para mahasiswa yang udah lulus kuliah dengan cumlaude ataupun dengan IPK yang mumpuni. pasti merasa bangga banget ya? Eits...... bangga memang seharunya. Namun lebih baik bila kita tidak terlalu berlebihan dalam berbangga diri.

Saat menerima IPK tertinggi dengan bangganya kita melamar kerja kesana kemari dengan membawa hasil IPK yang diraih setelah 4 tahun kuliah(rata-rata waktu kuliah).

Tapi sayangnya, ada sebagian orang yang walaupun mempunyai IPK mumpuni tapi tetap tidak mendapatkan panggilan kerja sama sekali. Tahukah kalian bahwa perusahaan itu paling tidak mempunya kreteriauntuk menerima kita di perusahaan mereka.

mau tahu IPK menjadi kreteria nomor berapa bagi perusahaan yuk kita tengan ..

1. Communication and Sales Skill (kemampuan berkomunikasi dan skill menjual)


Urutan pertama yang dinilai perusahaan adalah komunikasi dan skill jualnya. tidak bisa dipungkiri kalau skill komunikasi sangatlah penting. Dalam dunia kerja terkadang ada beberapa masalah kecil namun karena mengalami gangguan komunikasi atau bahasa umumnya Miss Komunikasi gangguan tersebut menjadi masalah yang seirius ya gak?

Untuk itu selama  masa kuliah kita musti manfaatin tuh waktu buat mengembangkan skill komunikasi yang bisa kita dapatkan melalui pembelajaran kuliah sehari hari, dalam organisasi, maupun berbagai acara seminar ataupun workshop.

2. Self Management (Manajemen Diri)

 Perusahaan lebih memilih orang yang bisa mengimprove dirinya sendiri. Disini perusahaan butuh orang yang memiliki visi, misi dan tujuan yang jelas. Eits namun tidak hanya dijadikan rencana saja visi dan misinya. melainkan harus mampu untuk mengatur, mengolah dan ,engelola hal-hal yang di mantapkan tersebut. dengan menguasai hal ini diharapkan seseorang dapat menempatkan diri dalam suatu perusahaan di situasi-situasi yang menghambat tingkah laku yang hendak dihilangkan serta elajar untuk mencegah timbulnya perilaku atau masalah yang tidak diketahui.

3. Presentation skill(kemampuan berpresentasi

 Presentasi  merupakan salah satu skill yang diprioritaskan dalam perusahaan why? co ba tebak? karena dengan menguasainya pelamar dalam skill presentasi, sudah pasti mempunyai mental verbal dan tata bahasa, dan sanggup menjadi pembicara yang baik. hal ini berkaitan dengan point nomor 1 yaitu komunikasi yang baik. semua pasti tahu bahwa presentasi dengan baik juga tidak mudah karena musti berhadapan langsung dengan banyak orang. untuk itu perlu diasah dalam pembelajaran di kuliah. dimaksimalkan kemampuan dalam presentasi sehingga akan jadi bekal di masa kerja kelak.

4. Leadership (kepemimpinan)

Perusahaan memasukkan kategori ini diatas hal lainnya. Karena dengan memiliki jiwa leadership yang baik. maka sudah pasti orang tersebut sangan berguna bagi perusahaan untuk mengelola tim yang akan dipimpinnya nanti. Akan menjadi hal yang kurang maksimal saya rasa  jika seseorang memiliki kecerdasan, wawasan luas, namaun skill leadershipnya tidak terasah bener ga?

5. Personality development(pengembangan kepribadian)

pengembangan kepribadian bisa dilatih dengan berbagi pembelajaran
Tidak semua orang yang melamar kerja itu selalu yang bagus-bagus. Terkadang ada saja orang yang tidak cakap namun saat sesi wawancara orag tersebut mampu menjawab pertanyaan waancara dengan lantang dan tegas untuk menutupi kekurangan dari kecakapannya. Kenapa pengembangan kepribadian begitu penting? Karena tidak menutup kemungkinan suatu saat akan terjadi masalah pada perusahaan dan orang dengan tipikal pengembangan diri yang siap akan dapat menyelesaikan masalah tersebut.

6. Problem Soving Skill (kemampaun memecahkan masalah)

memungut sampah yang berserakan juga merupakan problem solving yang jarang dilakukan masyarakat secara sadar
Perusahaan sudah pasti butuh  orangoorang dengan akal dan pikiran yang sehat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di perusahaan. Tapi tidak cuma menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Seseorang yang memiliki skill problem solving yang biak biasanya mampu menyelesaikan masalah dengan mudah dan cantik, tanpa harus menambah masalah-masalah baru yang lain .

7. Emotional control skill (kemampuan mengontrol emosi)

lari dari masalah juga merupakan sikap kurang baik dalam pengendalian emosi
Perusahaan juga membutuhkan orang orang yang bisa menguasai ego ataupun emosinya dengan baik. Akan menjadi hal yang kurang sempurna bila sudah memiliki wawasan luas, pintar, komuniaksi bagus, skill bagus tapi mudah untuk terprovokasi. tentu hal ini bisa jadi sebuah perkara yang dapat membuat citra perusahaan menjadi kurang baik haya karena 1 orag yang kurang bisa menguasai emosinya.

8. IPK

Nah tiba juga di urutan terakhir IPK ternyata menjadi kebutuhan terakahir bagi perusahaan sebagai bahan pertimbangan. but jangan mengamil kesimpulan bahwa nilai IPK baik menjadi sia-sia tentu saja tidak. nilai IPK yang baik tentu tidak diperoleh dengan usaha yang biasa-biasa saja. Untuk mencapai IPK yang tinggi Mahasiswa juga musti menerapkan 7 hal diatas. bukan ..? Itu kalau dilaksankan dengan jujur sih.. Tapi kalau nilai IPK nya didapatin dari hasil curang seperti sering titip absen, sering nitip tugas, atau sering nyontek saat ujian..kelar deh masa kuliah elo....ga ada perjuaangan yang dapat dikenang..



sumber : kaskus.co.id
edit by me


Senin, 27 Juni 2016

Apa sih manfaat kita buat belajar matematika di kehidupan sehari-hari?

1. Ilmu Hitung

Hal ini sudah pasti ya belajar matematika membuat kita menjadi pandai untuk berhitung, bayangkan bila kalian tidak mampu berhitung maka kalian mudah sekali ditipu oleh orang lain
dan ilmu hitung ini menurut saya sudah menjadi keharusan kita untuk hidup, tapi ingat kalian jangan juga jadi orang yang perhitungan dengan orang lain yak.

2. Logika Terasah

saya setuju dengan yang ini , semakin pandai kalian mempelajari matematika maka semakin pandai logika kalian untuk memecahkan angka bahkan kalian bisa saja jadi filsafat tuh
 kalian akan lebih berfikir secara mendalam dalam berhitung dan itu juga akan terbiasa dalam kehidupan klalian, karena ante terbiasa berhitung angka yang susah maka dalam mengambil keputusan ente akan berfikir secara logis dan mendalam.
logika ente akan lebih terasah dengan baik dalam berfikir.

3. Ketelitian


yang ini sudah pasti , kalau kalian  tidak teliti dalam matematika maka semua jawaban kalian akan salah semua deh (pengalaman)
ketelitian ini dibutuhkan dalam kehidupan kalian dan sekali lagi ini adalah efek baik dari matematika, teliti dalam segala hal adalah sesuatu yang harus kalian lakukan
dalam matematika kalau kalian  tidak teliti menulis angka, apalagi pas di akhir-akhir maka semuanya dari awal akan menjadi salah.

4. Memecahkan seseuatu hingga tuntas


nih betul banget , dalam matematika kita harus mencari nilai terkecil supaya nilai itu tidak bisa dibagi lagi dan itu membutuhkan performa otak yang cukup tinggi
hal ini juga dibutuhkan dalam hidup agan, klo udah melakukan sesuatu jangan setengah-setengah dan harus sampai akhir.
hal ini juga membutuhkan hal sebelumnya yaitu ketelitian, dalam memecahkan hal membutuhkan ketelitian gan agar usaha agan tidak salah.  

5. Segala sesuatu dapat dihitung



nih yang diajarkan oleh matematika itu adalah bahwa segala sesuatu itu dapat dihitung
seperti halnya Isaac Newton yang menemukan teori gravitasi dari jatuhnya buah apel, terlihat simple bukan hanya sebuah apel jatuh, namun setelah dipelajari munculah rumus gravitasi yang banyak membuat pusing anak IPA bahkan mahasiswa
contoh kedua adalah albert einstein yang banyak menemukan rumus-rumus fisika dan kimia, dan itu berkaitan dengan matematika semuanya gan
bahkan barang yang kalian gunakan sehari-hari itu tidak luput juga dari perhitungan matematika, mulai dari barang rumah tangga, elektronik, dll. 

5. Hidup Kita Tak Terlepas dari Matematika


dari pembahasan sebelumnya kita tau bahwa matematika merupakan pelajaran yang rumit namun dibalik kerumitannya itu terdapat sesuatu yang besar gan
dari bangun sampai tidur lagi kita berhubungan dengan matematika walaupun kalian tidak menyadarinya, dan kita menyadari bahwa semua sesuatu itu dapat dihitung , jadi gak semaunya atau sesuka hati
semua hal di dunia ini bahkan galaxy ini dapat dihitung, dari yang besar sampai yang kecil, dari yang dekat sampai dengan yang paling jauh. walaupun banyak yang masih misteri
banyak pelajaran lain selain menghitung yang kita dapat dari matematika gan, hidup manusia penuh dengan angka .

 

 6. Akhirnya Kita Menyadari bahwa Matematika Itu penting

 
that is true, matematika bukan hanya sekedar menghitung saja  banyak pelajaran lain yang didapat yang telah saya sampaikan diatas.


Sumber : Kaskus.co.id

 

Vaksin palsu beredar, negara mulai kecolongan?

Negara tak boleh lalai mensterilkan rantai distribusi vaksin dari pabrik hingga masyarakat.
Awalnya adalah liputan media tentang kematian bayi setelah divaksinasi. Direktorat Ekonomi Khusus, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, berinisiatif menelisik apa yang terjadi di balik berita tersebut.

Pendalaman selama 3 bulan, membuahkan hasil gemilang. Polisi berhasil membongkar jaringan pemalsu vaksin (21/6/2016). Vaksin yang dipalsukan adalah vaksin dasar, yang wajib diberikan untuk bayi: campak, polio, dan hepatitis B, tetanus, dan BCG (Bacille Calmette-Guerin).

Sebanyak 10 orang ditangkap, dan sudah dijadikan tersangka. Peran para tersangka: 5 orang sebagai produsen, 2 orang kurir, 2 orang penjual atau distributor, dan seorang pencetak label.
Pabrik vaksin terletak di Perumahan Puri Bintaro Hijau, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Di rumah yang tampak tidak steril itu ditemukan berbagai jenis obat-obatan, serta alat untuk membuat vaksin mulai dari botol ampul, bahan-bahan berupa larutan yang dibuat tersangka dan labelnya.

Pelaku membuat vaksin dengan cara yang jauh dari ketentuan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) sesuai standar Badan POM, apalagi standar WHO. Mereka secara manual mengisi ampul dengan cairan buatan sendiri yang menyerupai vaksin aslinya.

Cairan buatan pelaku tersebut berupa antibiotik gentamicin dicampur dengan cairan infus. Lalu ampul tersebut ditempeli merek dan label.

Hebatnya, menurut pengakuan para tersangka, pemalsuan ini sudah berlangsung sejak 2003 dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Polisi baru menemukan keberadaan produk vaksin palsu ini di tiga provinsi, di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Keuntungan yang didapat dari pemalsuan ini cukup tinggi. Untuk produsen mendapat keuntungan Rp25 juta setiap minggu. Sementara penjual Rp20 juta per pekan.

Polisi tengah mengembangkan penyelidikan kasus ini, menyangkut dua hal. Pertama tentang jaringan pelaku, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum di Kementerian Kesehatan. Yang kedua adalah korban, yaitu anak-anak yang mendapat vaksinasi dari vaksin palsu ini. Apa dampaknya, akan diselidiki lebih mendalam.

Untuk sementara, para pelaku akan dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar dan Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM), cukup reaktif menanggapi temuan polisi ini. Lembaga ini mengaku kesulitan memberantas peredaran vaksin palsu. Badan POM menduga vaksin palsu beredar di puskesmas dan klinik di Jabodetabek. Lembaga ini juga memberikan tip, agar masyarakat tidak tertipu vaksin palsu.

Tip ini tentu absurd. Masyarakat, dalam soal vaksin, memang konsumen terakhir. Namun dia bukan pengambil keputusan dalam pembelian vaksin. Vaksin juga bukan obat bebas yang bisa dibeli masyarakat secara umum.

Masyarakat hanya ikut saran medis dari dokter atau pun petugas kesehatan yang hendak memberikan vaksinasi.

Pemalsuan vaksin ini sesungguhnya adalah tamparan keras bagi Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM). Vaksin yang dipalsukan kebanyakan adalah paket vaksin yang dipakai dalam imunisasi wajib.

Padahal, sesuai pasal 6 ayat 2 Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No.43/2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, penyelenggaraan imunisasi wajib, baik pengadaan vaksin, sampai distribusi, menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pasal 13 ayat 1, menyebut Pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota bertanggung jawab dalam penyediaan logistik untuk penyelenggaraan imunisasi wajib.

Ayat 2, Logistik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain meliputi vaksin, Auto Disable Syringe, safety box, emergency kit, dan dokumen pencatatan status imunisasi.

Sedang Pasal 17 menjelaskan, Pemerintah bertanggung jawab tehadap pendistribusian logistik berupa vaksin, Auto Disable Syringe, safety box, dan dokumen pencatatan status imunisasi untuk penyelenggaraan imunisasi wajib.

Artinya, semestinya vaksin dasar bagi bayi sebelum usia 1 tahun tersebut distribusinya tertutup, yaitu pemerintah (pusat dan daerah) bertanggung jawab terhadap pengadaan yaitu membeli dari perusahaan farmasi, lalu pemerintah pula yang mendistribusikannya.

Bahkan untuk vaksin yang digunakan program imunisasi, sesuai KMK No.1015/Menkes/SK/VI/2005 tentang Pedoman Umum Pengadaan Vaksin Program Imunisasi, lebih tertutup lagi. Pendistribusian vaksin dari industri farmasi sampai ke lapangan merupakan suatu skema rantai yang tidak boleh terputus sejak dari produsen sampai ke lapangan.

Bila semua aparat kementerian kesehatan menaati rantai distribusi tertutup sesuai ketentuan, sesungguhnya tak ada peluang masuknya vaksin palsu dalam jaringan layanan kesehatan pemerintah. Mulai dari rumah sakit sampai puskemas.

Badan POM pun lengah dalam pengawasan. Di Indonesia, hanya ada dua perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin: Pertama Biofarma, BUMN pembuat vaksin terbesar di Asia Tenggara. Kedua, Sanofi, perusahaan farmasi swasta. Dua produk dari perusahaan tersebut sangat jelas jalur distribusinya.

Artinya bila sampai ada produk vaksin palsu sampai masuk ke jaringan pelayanan kesehatan yang dimiliki pemerintah, bisa diartikan pemerintah dan Badan POM telah lalai. Lalai melindungi warganya dari bahaya vaksin palsu, pun lalai mengawasi peredaran vaksin agar steril dari tangan jahil. 


sumber : kaskus.co.id

Minggu, 29 Mei 2016

Gaji Pas-pasan? lancarkan dengan Sedekah..(sedekah sama dengan investasi) right?

Duh, bulan ini harus buat bayar uang kuliah, bayar uang semester, uang heregristrasi, sama bayar uang kuliah untuk semester berikutnya.. mungkin bagi para mahasiswa yang menginjak kenaikan semester bakalan dibingungin sama hal tersebut. apa lagi jika kalian para mahasiswa yang mandiri yang mengais rezeki untuk membiayai kuliah kalian. belum lagi menjelang ramadhan, dan idul fitri pasti makin disibukkan kuat ga nih ya gaji bulanan gua buat beli baju baru untuk idul fitri benar?

Banyaknya kebutuhan yang harus kita penuhi dan pendapatan yang serba pas-pasan memang alasan yang logis untuk ragu bersedekah. Kita saja belum kecukupan, kenapa haru memikirkan orang lainn? Tapi ketahuilah, setelah kalian baca beberapa ulasan ini. kalian dijamin deh bakal lebih respect untuk sedekha sama orang lain deh..


1. Dengan gaji yang pas setidaknya kita tahu bagaimana rasanya kekurangan . Tidakkah kita harus memikirkan dan membantu, masih banyak orang yang lebih kekurangan daripada kita?

 

Punya gaji yang  serba ngrpres (pas-pasan) memang serba salah. kita ingin ini kita ingin  itu seringnya tidak kesampaian karena tertutup oleh kebutuhan lainnya. Makan seadanya, jalan-jalan pun harus ditunda sampai nanti ada uang lebih. Dengan gaji ngepres itu, mungkin kita tahu bagaimana rasanya hidup dalam kekurangan. Bukankah tidak enak kalau kita menginginkan sesuatu tapi tidak bisa meraihnya karena tidak ada uang? Sekarang, apakah kita tidak ingin membantu mereka-mereka yang lebih tidak beruntung daripada kita , yang ingin makan tapi tidak bisa karena tidak ada yang dimakan?

2. Sedekah juga gak harus sampai jutaan rupiah. Kalaununggu kaya, kapan kita akan melakukannya?

 

Terkadang kita  beralasan bahwa sedekahnya nanti saja, karena sekarang kita sendiri masih serba kekurangan. Kalau kita sudah berkecukupan dan tidak ada lagi kebutuhan yang menanti dipenuhi, barulah kita bakalan bersedekah sebanyak-banyaknya. Tapi kita lupa, masa depan kita tidak pernah bia kita tebak. Sebagai manusia kita memang harus optimis dan berusaha untuk menjadi orang kaya das sukses. Tapi kalau menunggu saat itu tiba, kapan kira-kirakita akan mulai melakukannya? Bisa setahun lagi, dua tahun, sepuluh tahun, atau bahkan tidak pernah. Kitalupa bahwa sedekah tidak harus berjuta-juta. Tidak harus membangun sekolahan atau memberikan sumbangan sembako ratusan ton. 5.000 , 10.000, 50.000,100.000 bakal bisa bantu sesama. menurut beberapa sumber dari buku Moeslem Entrepreneur karya IPPHO Santosa & Tim khalifah ada baiknya sedekah itu 20% dari penghasilan kita.. sanggup? dicoba dulu deh...

3. Naluri alamiah manusia itu gak  pernah merasa puas puas. Meski nanti penghasilan kita  sudah puluhan juta ampek ratusan juta, bisa saja kita masih merasa kekurangan toh keinginan itu unlimited rght?

 

Kita mungkin juga lupa bahwa naluri kita sebagai manusia adalah tidak pernah puas. Saat ini dengan penghasilan yang kecil kita merasa pas-pasan. Seiring berjalannya waktu, saat gajikita sudah semakin tinggi, belum pasti juga kamu akan merasa berkecukupan. Seiring pendapatan yang meningkat kebutuhan dan keinginan kita juga akan meningkat. Semakin banyak uang yang kita punya, semakin banyak yang kita inginkan. Jadi bila menunggu sampai kita tidak kekurangan lagi dan semua keinginankita terpenuhi baru bersedekah, mungkin kita memang tidak akan pernah melakukannya. toh penghasilan kita itu udah diatur sama ALLAH SWT. berdasarkan kepantasan kita pribadi. jadi ga ada yang salah dengan penghasilan kita saat ini. ada teori menarik mengenai sedekah yang pasti kita bisa terapkan dan amalkan setiap hari. hampir sama kaya teori ekonomi perusahaan. yaitu produksi sebesar besarnya, konsumsi secukupnya dan distribusi seluas-luasnya. artinya, dalam bekerja kita musti berusaha menghasilkan sebanyak banyaknya (dal kutip dengan cara halal ya) lalu konsmsi kita secukupnya , gak perlu berlebihan cukup penuhi kebutuhan yang memang sangat diperlukan . dan distribusi seluas-luasnya , yap sedekah seluas luasnya. niscaya bakalan dilancarkan rezekinya. toh rezeki kan juga titipan dari ALLAH SWT tinggal cara kita mengatur agar lebih berkah. 


5. Jangan merasa sedekah kita tidak berarti apa-apa karena hanya sedikit nilainya. Kamu tak tahu seberapa seberapa besar nilai sedekah kita akan membantu menggerakan roda ekonomi.

 

Apakah selama ini kita enggan bersedekah karena merasa apa yang bisa kita berikan tetap tidak bisa mengubah keadaan? Bisa untuk apa uang seribu , dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu. mungkin hanya bisa buat beli nasi bungkus buat 1 kali makan saja. eits jangan salah ketahuilah bahwa dengan besedakah kita bisa biki roda ekonomi bergerak. coba deh kita renugkan bareng bareng. contoh kita ngasih nih lima ribu buat saudara yang kekrangan, terus mereka bakalan beli nasi buat makan sehari hari, karena nasi di beli maka warung nasi pun mendapatkan penghasilan. warung nasi akan membeli persediaan bahan baku di pasar dan para penjual di pasar pun akan membutuhkan lebih banyak dari petani dan peternak. jika banyak orang melakukan sedekah, niscaya pergerakan ekonomi pun semakin berjalan lancar. dan ingat sedekah gak bakalan bisa bikin kita miskin, toh nanti akan kembali pada diri kita lagi keuntungannya.


6.lima ribu, sepuluh ribu, dua puluh ribu untuk orang yang membutuhkan tidak akan membuatmu jatuh miskin, lima ribu, sepuluh ribu, dua puluh ribu yang kita simpan tidak akan membuat kita lebih kaya juga.

 

terkadang kita hanya puas bersedekah dengan seribu, atau du ribu saja. heloo sekoarang udah tahun 2016 barang barang udah pada naik..ada yang mengatakan sedekah yang penting ikhlas saja.  yah kalau sedekah lebih banayk terus ikhlas juga lebih berkah hehe..terkadang kita skeptis juga "kalau ada orang yang mengemis kita kasih banyak -dan terus terusan, dia bakal jadi kaya tapi malas." tengan saja kawan allah SWT sudah mengatru semua pintu rezeki. dan bersedekah juga tidak melulu untuk orang lain, bersedekah juga untuk diri kita sendiri, untuk investasi, untuk kesehatan, untuk kelancaran reziki, dan untuk mempermudah hajat kita dikabulkan..

jadi yuk bareng -bareng kita mulai dari diri kita untuk mulai bersedekah ..ditingkati dikit  lah yah nominalnya..hehe

akhir : kalau kita ke masjid masak sih kita ngasih uang seribu buat amal yang gambar orang bawa parang, bukannya orang bawa parang ga boleh masuk masjid yang boleh itu orang yang pakai kopyah yang bisa mauk masjid..hehehe tentu sudah pada tahu kan uang nominal bereapa yang ada gambar orang pakai kopyah...



Buku : Moeslem Milliniore(Edisi Otak Kanan) Ippho santosa dan Tim Khalifah